Selasa, 21 Desember 2010

" Rumput Tetangga Selalu Terlihat Lebih Hijau "

“Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau" . Ungkapan ini tentu  sering kita dengar,  Rumput tetangga selalu terlihar lebih hijau.  Ungkapan klasik. Namun memang benar adanya. Entah sudah sifat alami  manusia, kita suka sekali membanding-bandingkan diri kita dengan orang  lain. Dan setiap kali itu pula, rasanya selalu orang lain lebih  “wah” dari kita. Percaya atau tidak, banyak peristiwa yang  kita alami adalah permainan pikiran dan persepsi kita. Maksudnya
ketika  kita merubah pikiran dan persepsi kita peristiwa  tersebut menjadi ‘terlihat’ dan ‘terasa’ berbeda. Rumput tetangga terlihat lebih hijau karena kita  hanya fokus pada rumput hijaunya, tanpa melihat rumput-rumput layu di  sebelahnya. Sama halnya kita tidak sadar rumput kita pun banyak yang  hijau, bahkan lebih segar

Sebenarnya bila kita ingin berpikir objektif,  pasti ada kelebihan kita yang tidak dimiliki tetangga kita. Bukankah  setiap manusia terlahir dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. kita mampu melihat kelebihan dalam diri  kita, pasti peluangnya lebih besar untuk terus bertumbuh dan  mengembangkan potensi kita. Nampaknya kata “bersyukur” pernah kita  dengar dimana-mana. Sudah biasa itu. Tapi kenyataannya, banyak orang  yang belum benar-benar bersyukur mensyukuri segala anugerah hidupnya. Bersyukur  menyadarkan kita akan hal-hal positif yang kita miliki. Ternyata hidup  kita dilimpahi hal-hal baik yang belum tentu dimiliki orang lain. Selama  ini kita tidak melihatnya, karena sibuk membanding-bandingkan diri  dengan orang lain. Dengan membiasakan bersyukur, kita akan  belajar menghargai apa-apa yang kita miliki.

Rumput tetangga terlihat lebih hijau karena kita  melihat diri sendiri dengan persepsi negatif. Dalam artian, kita  menganggap dan percaya bahwa “saya tidak sehebat orang lain”. Persepsi  diri yang negatif hanya akan membuat kita down dan tentunya membuat  hidup kita tidak nyaman. Kita bisa belajar untuk membangun persepsi diri yang positif dengan  belajar mencintai diri sendiri. Kita perlu merasa nyaman menjadi diri  kita.

Ketika kita bisa menerima diri kita apa adanya dan bersedia merasa nyaman dengan  diri kita, kita akan berhenti membanding-bandingkan diri kita dengan  orang lain. Kita akan berhenti merasa kalah, ketika kita belajar  menghargai diri kita sendiri. Biarlah dia menjadi dia, saya menjadi  saya. Rumput tetangga sudah tidak terlihat lebih hijau lagi", karena kita telah  belajar mencintai rumput kita sendiri. Kalaupun suatu saat kita merasa  rumput tetangga lebih hijau, kita hanya akan semakin termotivasi untuk  membuat rumput kita semakin subur, bukan mencela dan merendahkan diri  sendiri.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes